The Phenomenon Of Begging Culture and Review According To Islamic Ulama’s
DOI:
https://doi.org/10.64690/jhuse.v1i2.25Keywords:
culture , poverty, begging , islamic, UlamaAbstract
Poverty is a social problem that is still a concern for the government today. Poverty has positive and negative impacts on human life. The negative impact is that poverty causes a high number of beggars. The purpose of writing this journal is to review research on the phenomenon of the current begging culture in Indonesia and collect the opinions of scholars regarding the law of begging so that the importance of conducting this research. The results of this study, namely: 1). That the phenomenon of begging culture has mushroomed in today's times and raises social problems for society, such as: vagrancy, sawer gifts via streaming platforms, silver humans, buskers and street clowns. 2). The ruling on begging, according to the scholars, is basically haram However, there are circumstances in which it is permissible to beg if it is an emergency.
Downloads
References
‘Afanah, Hisam Ad-Din. (2008). Fatawa Yasalunak. Yerussalem: Maktabal ‘Ilmiyyah.
Al-Gazali, Abu Hamid. (t.t). Ihya ‘Ulum Ad-Din. Beirut: Dar Al-Ma’rifah.
Ardiansyah. (2017). Konsep Hadis Tentang Meminta-minta. Journal of Hadits Studies, At-Tahdis. 1(2), 75-86.
As-Safarini. (1993). Giza’ Al-Albab fi Mandzumah Al-Adab. Mesir: Muassasah Qordoba.
Balkiah & Maftuh Ahnan. (1991). Kamus Al-Munir. Surabaya: CV. Anugerah Surabaya.
Distiliana & Fitriah. (2023). Mengemis Online Perspektif Hukum Islam. Jurnal Mengemis Online Law. 21(2), 121-138.
Irawan, Dimas Dwi. (2013). Pengemis Undercover Rahasia Seputar Kehidupan Pengemis. Jakarta: Titik Media Publisher.
Isnawan, Fuadi. (2023). Fenomena Mengemis Secara Online Di Media Sosial Dalam Tinjauan Hukum Islam. Jurnal Bidang Hukum Islam: Bustanul Fuqaha. 4(1), 40-53.
Jawas, Yazid. (2009) .Hukum Memimta-Minta & Mengemis Dalam Syartiat Islam, Bogor: Pustaka At-Taqwa.
Kartono, Kartini. (2011). Patologi Sosial. Jakarta: PT. Raja Grafindo.
Lajnah Daimah. (t.t). Fatawa Al-Lajnah Daimah. Riyadh: Riasah Idarah Al-Buhust Al-Ilmiyah wa Al-Ifta.
Nilta, Nofra, dkk. (2023). Badut Jalanan: Fenomena Pergeseran Motif dan Makna Mengemis Pada Masyarakat Perkotaan. Jurnal JRMDK. 5(1), 13-26.
Perkumpulan Penulis, (1975). Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyah, t.tt: t.p.
Republik Indonesia. (1981). Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 31 Tahun 1980 tentang Penanggulangan Gelandangan Dan Pengemis. Indonesia.
Silvi, Khoerunnisa, dkk..(2023). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Seseorang Menjadi Pengamen. Jurnal Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Services, 4(3), 123-130.
Suci Yustriani & Zuhrina Aidha. (2023). Perilaku Manusia Silver Terhadap Keluhan Kesehatan di Kecamatan Helvetia. Jurnal HIJP: Health Information Jurnal Penelitian, 15(1), 932-942.
Umar, Ahmad Mukhtar. (2008). Mu’jam Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Al-Mu’ashirah. t.tt.
Yafie, Alie. (1986). Islam dan Ploblema kemiskinan. Jakarta: Pesantern P3M.,
Yusrizal & Romi Asmara, (2020). Kebijakan Penanggulangan Gelandangan Pengemis (Studi Penelitian di Kabupaten Aceh Utara). Jurnal Ilmu Hukum, 8(1), 16-28.
Zulfahmi, Yunan, dkk. (2023). Permasalahan Pengamen di Ibukota jakarta Dalam Aspek Pendidikan, Ekomoni, dan Keterampilan”. Jurnal Khidmat Sosial: Journal of Social Work and Social Services. 4(1), 16-25.
Laporan BPS, “Profil Kemiskinan di Indonesia, Maret 2024”, https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2024/07/01/2370/persentase-penduduk-miskin-maret-2024-turun-menjadi-9-03-persen-.html. Diakses tanggal 16 Maret 2025.
Kompas, “Diperkirakan Ada 77.500 Gepeng di Kota-kota Besar di Indonesia”, https://nasional.kompas.com/read/2019/08/22/21281421/diperkirakan-ada-77500-gepeng-di-kota-kota-besar-di-indonesia. Diakses tanggal 16 Maret 2025.
Dinas Sosial, “Gelandangan dan Pengemis (Gepeng)”. https://dinsos.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/gelandangan-dan-pengemis-gepeng14#:~:text=Gelandangan%20adalah%20seorang%20yang%20hidup,kehidupan%20yang%20layak%20dalam%20masyarakat. Diakses tanggal 16 Maret 2025.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Syiehd Achmed Farhan Ash-Shiddieqy (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









